Saturday, 6 December 2014

Sebuah Renungan Bagus tetang Exorcismus

Sudah lama saya tidak membagikan sesuatu dalam blog ini. Hari ini, pagi hari, saya membaca sebuah blog dari sebuah website Katolik tentang pengalaman rohani beberapa orang termasuk seorang imam katolik yang berhadapan dengan kuasa roh jahat.
Dari tulisan tersebut, banyak hal yang mengingatkan saya kembali bahwa, seorang yang beriman tidak pernah berjuang sendiri di dunia ini. Tuhan dan para malaikatnya senantiasa menyertai kita orang yang beriman dan percaya kepadaNya.
Ini link websitenya, dan kalian bisa membacanya :)

http://katolisitas.org/5698/eksorsisme-pengalaman-yang-tak-terlupakan

Salam,
Ari

Friday, 13 June 2014

LTE untuk Indonesia


1.       Pengantar
LTE (Long Term Evolution ) atau dikenal sebagai 4G LTE merupakan standard sitem komunikasi nirkabel yang di kembangkan oleh 3GPP (3rd Generation Partnership Project; sumber: http://www.3gpp.org/technologies/keywords-acronyms/98-lte). Teknologi yang digunakan LTE tak lain dari GSM/EDGE dan UMTS/HSPA.  Sebagian besar negara sudah memulai penggunaan LTE (warna merah),  beberapa negara sudah memulai trial penggunaan LTE (warna biru muda), dan beberapa negara sudah memulai perencanaan dan persiapan untuk jaringan LTE (warna biru tua). Indonesia termasuk dalam grup negara yang sedang dalam proses perencanaan dan pengembangan jaringan LTE.
Gambar _1.1 (Courtesy of Wikipedia taken by the author in 2014)

2.       Apa yang menarik dari LTE?
Penggunaan teknologi OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing) memungkinkan pengguna yang lebih banyak dan penggunaan spektrum frekuensi lebih efisien (sumber: http://flexible-radio.org/sites/default/files/media/1/tutorial_ofdmtutorial.pdf). Jaringan LTE memungkin kan pengguna menerima signal dari beberapa Base Station (BS) sehinggi mampu meningkatkan qualitas dan kapasitas jaringan yang di pakai pengguna. Arsitektur jaringan LTE juga lebih sederhana dibandingkan jaringan 2G dan 3G sehingga proses data lebih cepat. Dan yang paling menarik untuk Indonesia adalah pertama, teknologi LTE memungkin penggunaan lebar pita frekuensi karier yang fleksibel. Lebar pita frekuensi yang didukung dalam teknologi ini adalah 1.4, 3, 5, 10 , 15 dan 20 MHz. Kedua, tekonologi LTE memungkinkan penggunaan jaringan yang lebih kecil atau yang dikenal sebagai Pico cell.
2.1.   Lebar pita frekuensi karier yang fleksibel.
Frekuensi di indonesia yang cukup ramai dengan lebar pita frekuensi berkisar 3 hingga 20 MHz memungkinkan ada nya frekuensi ‚sisa‘ yang mungkin bisa digunakan. Dalam hal ini lebar pita 1.4 MHz pada teknologi LTE sangat membantu dalam peningkatan efisiensi spektrum. Efisiensi spektrum tidak hanya pada penggunaan lebar pita frekuensi yang lebih kecil saja namun dari sisi user equiptment (baca: telepon genggam) juga adanya fitur Carrier Aggregation (CA; sumber: http://www.3gpp.org/technologies/keywords-acronyms/101-carrier-aggregation-explained) pada teknologi LTE yang lebih lanjut. Fitur CA ini memungkinkan adanya penggabungan beberapa lebar pita frekeunsi yang bertujuan meningkatan data rate. Perusahaan Intel sedang mengembangkan RF-chip yang mampu mendukung CA (sumber: http://electronics360.globalspec.com/article/3736/intel-launches-lte-modem-with-samsung-design-win).
2.2.  Pico cell
Pico cell sebenarnya adalah ruang jangkau signal LTE yang lebih kecil. Dengan adanya Pico cell dalam jaringan LTE memungkinkan peningkatan efisiensi yang lebih tinggi lagi dari segi energi, lokasi dan penggunaan frekuensi karier. Pico cell menggunakan daya yang rendah karena hanya mencakup ruang jangkau yang kecil misalnya ruang lingkup kantor (dalam ruangan) hingga kampus.  Pengaturan jangkauan signal LTE tak lepas dari daya NodeBnya (baca: sumber signal). Dalam teknologi LTE yang lebih lanjut bahkan mampu mengefisienkan throughput (baca: total data yang di akses pengguna) pada suatu cell. NodeB sebuah cell yang sudah mencapai throughput maksimum mampu memberi info ke NodeB pada cell lain yang berdekatan dan memiliki throughput yang lebih rendah untuk meningkatkan jangkauan, dengan beberapa cara misalnya: meningkatkan daya atau mengubah sudut pancar antena nodeB, sehingga mampu menjangkau pengguna lainnya sehingga tercapai throughput yang merata.
Lokasi pico cell juga dapat diatur sesuai dengan penggunaan frekuensinya sehingga sebuah frekuensi karier dapat di digunakan secara bersamaan pada beberapa pico cell pada jarak tertentu (sumber: http://www.fujitsu.com/downloads/TEL/fnc/whitepapers/High-Capacity-Indoor-Wireless.pdf).
3.       Perencanaan Arsitektur Jaringan LTE untuk negara kepulauan Indonesia
Arsitektur Jaringan LTE pada umumnya dapat di gambarkan sebagai berikut:
Negara Indonesia terpisahkan oleh luasnya lautan yang cukup sulit dijangkau bila hanya mengandalkan kabel optik. Salah satu dari banyak solusi adalah penggunaan Satelit sebagai pengganti kabel optik. Satelit sebagai perantara dapat menjadi alternatif koneksi antar eNodeB.  
Gambar _3.1 (Courtesy of EAS ITA taken by the author in 2014; http://telecom.esa.int/telecom/www/object/index.cfm?fobjectid=31572)



4.       LTE untuk Indonesia

Dibandingkan dengan teknologi sebelumnya GSM/EDGE dan UMTS/HSPA, LTE jauh lebih efisien dan lebih hemat biaya.  Untuk Indonesia, LTE tidak hanya serta merta data rate yang cepat dan pita frekuensi yang lebar (bayangkan bilang ada 2 pita frekeunsi sebesar 20MHz dengan CA bisa digabungkan menjadi 40 MHz atau bahkan lebih). Namun juga beberapa fitur yang juga mampu menjadi solusi atas buruknya sistem komunikasi di Indonesia karena keterbatasan koneksi yang hanya menggunakan kabel optik sebagai backhaul jaringan. Beberapa multimedia juga dapat melebur dalam jaringan LTE seperti pay TV dan layanan internet.    

Monday, 25 November 2013

Post Austria FAIL !! be ware and think twice...



Hi, 
Last month i should get my letter that had been sent from indonesia with ems service to austria. BUT I HAVENT GOT THAT TILL NOW. I call pos indonesia to clarify this thing because post auatria said to do that but they said please call austrian post... what is happening here ? And by the way, i tracked my letter was still in verteilzentrum linz since 2 days after it s sent but they said it s not there !CAN YOU CLARIFY this !? I HAVE CALL THE SENDER AND POST INDONESIA AND THEY SAID I HAVE TO CALL YOU DUDE !!!

and the answer:
We would like to thank you for your e-mail message which we have taken into consideration.
Unfortunately, arrived from Indonesia to your shipment EE157408130ID no official enquiry in Austria. Please contact your local post office in Indonesia.
We are very sorry that we cannot help in this case and remain at your disposal for any further enquiries.
Kind regards,
Anita Winkler
Austrian Post Corporation
Customer Service
Haidingergasse 1
1030 Vienna
Tel: +43 810 010 100
Fax: +43 577 67 22071
http://www.post.at/kundenservice

What the hell ? EMS service and it fails ? you pay more to fail ? so you people out there, IF YOU USE AUSTRIAN POST YOU KNOW WHERE YOUR LETTER HAS BEEN SENT... TO NO WHERE !!!

Monday, 20 August 2012

Seadainya Ada Orkestra Kota...

Dear Readers,

Minggu lalu saya melihat ada orkes dari daerah bagian austria utara yang tampil di kota Linz... saya jadi teringat teman-teman Twilight Orchestra (TO) sewaktu mereka tampil di Bratislava, Slovakia. TO sudah sangat terkenal di mana-mana termasuk di manca negara terutama di Australia dan Eropa. Setiap pemain di TO sudah mempunyai karir masing-masing dan mereka tampak tidak hanya sebagai pemusik biasa tetapi sosok yang memang menjadikan musik sebagai gaya hidup mereka.
Sewaktu mereka datang menginjakkan Eropa, TO disambut begitu terhormatnya dan dihargai layaknya duta seni dari Indonesia. Tidak hanya konduktor nya Mas Adi MS tetapi juga para pemain instrumennya.
Sejenak saya termenung di dalam tram ketika saya pulang ke rumah. "Seandainya saja ada orkestra kota seperti ini di Indonesia..." di Jakarta... di Jogjakarta... yang mempunyai institut seni yang sangat terkenal di Indonesia yaitu IKJ (Institut Kesenian Jakarta) dan ISI (Institut Seni Indonesia). Memang alat-alat musik nya dan musik yang identik dengan orkestra adalah semua nya jelas dari budaya barat, sehingga orkestra musik klasik kurang begitu populer di Indonesia di banding musik dangdut, pop atau rock yang mungkin lebih membumi. Padahal meskipun demikian TO bisa juga menampilkan lagu-lagu pop, atau lagu daerah yang juga bisa dengan mudahnya dialunkan untuk dinikmati semua orang di Indonesia.
Seandainya saja ada orang di pemerintahan yang sangat menghargai seni dan juga berpikiran terbuka untuk memajukan seni indonesia lewat orkes-orkes nasional, pasti akan semakin banyak orang yang lebih menghargai seni indonesia... yah, misalnya saja saya yang punya kesempatan langka memonton penampilan TO, orkestra indonesia, di Bratislava yang membawakan lagu-lagu daerah indonesia... begitu mendengar lagu tersebut saya cukup tergerak dan bangga mendengarnya, bahkan pada setiap not yang dibunyikan seakan mengungkapkan perasaan-perasaan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
Bila saja, tulisan saya ini dibaca oleh beberapa orang dalam pemerintahan...
Bila saja, tulisan saya ini dibaca oleh beberapa orang yang sedang menekuni bidang musik...
Bila saja, tulisan saya ini dibaca oleh beberapa orang yang suka main musik...
Tetap bermain musik, tetap ingat indentias kita sebagai orang Indonesia...
dengan musik kita juga bisa menjadi pahlawan yang mengharumkan nama indonesia lewat instrumen yang kita mainkan atau pun lewat suara...


Salam Hartas !,
Ari

Beberapa penampilan TO yang saya rekam waktu itu:
1. Bengawan Solo http://www.youtube.com/watch?v=7y-0uwGnJtU
2. Nyanian Negriku http://www.youtube.com/watch?v=M58TFKbQ8KA
3. Manuk Dadali dan Rangkaian Melati http://www.youtube.com/watch?v=_j0hTeA8pME&feature=relmfu




Hartasssss !!!!

Friday, 17 August 2012

Ch.17 A Little Insight From A Tree



Dear readers,

What can I say about a tree...
green leaves, brown trunks, radix and fruits are sometimes happy to decorate it.
but can I say that a tree is A TREE if it doesn't have leaves or even a leaf ?
can I say it is A TREE if it doesn't have fruits ?
can I say it is A TREE if it doesn't have trunks ?
....
....

:)

but can I say that a tree is A TREE if it doesn't have radix ?

There is 'the thing' inside an object that we might be recognized it based on 'the thing', the identity.
So many trees there are... many forms they have... but they are still trees.
Seassons may changes the colour of the leaves, the shape of the leaves and trunks... but we, human, are still able to identify that that is a tree.

....
....

What can A TREE says about a human...
maybe it gets confused but may be not...

Ari


  

Thursday, 16 August 2012

Trip to Passau

Dear redears,

I just made a short trip to Passau (DE) from Linz (AT). It was quite nice to see this city. How to reach Passau from Linz is really easy. In Austria, we have an einfachraus ticket that can take you to every city in Austria with a selected train (regular train: REX, R not IC, ICE and RJ more details see www.oebb.at). With einfachraus ticket you can also travel from Linz to Passau, and it takes about 1 hr 40 mnts.

Passau tourist map:
http://mappery.com/Passau-Tourist-Map

Donaukai

there is also this things for bikers .. :)


a view from a small street to Dom St. Stephan



Lg,
Ari

Monday, 6 August 2012

Ch. 16 "What happened in this world ?"

Dear readers,

Sometimes I dont really understand how people know about what will happen after life. What it is going to look like. A person claims her/himself that s/he has seen the after life world and then spread the "vision" to others which is actually subjective. Imagine that you live in an era where there is no airplane. The only thing which can fly is a bird. And something comes out of no where, an object with wings made of iron is flying in the sky which looks almost like a bird... a huge bird. Of course people in this era will say it a big bird... but for us who know that that is an airplane will say it an airplane.
That is only for the appearance judgement. Of course people from the bird era also miss-judge the function of this object as well... of what they see...unless they have a clue.
Based on what they see and experience; those things are settled and sedimented on their mind and formed the personality. A person can say this is good or bad from what they've just experienced and once again this is subjective.
Years after... these people know that in the end they know the exact term for the "bird" and its function. And all people have an equal perspective, understanding and experience of what they had seen. And then the subjective "bird" become an objective airplane... this cycle will be continue on and on.

This is just my thought: we can predict all the things based on what are happeing at the moment. We can also tell anyone about our experience and point of view based on what we believe. But it is not wise to force our subjective mind or belive to someone since in the end it is not objective...

Inspired by copy of stradivari

Ari